BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »

Rabu, 02 November 2011

Wanita-wanita muhajirin

مَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ ( وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ ) أَخَذْنَ أُزْرَهُنَّ فَشَقَّقْنَهَا مِنْ قِبَلِ الْحَوَاشِي فَاخْتَمَرْنَ بِهَا

“(Wanita-wanita Muhajirin), ketika turun ayat ini: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada (dan leher) mereka.” (QS. Al Ahzab: 31), mereka merobek selimut mereka lalu mereka berkerudung dengannya.” [HR. Bukhari 4759]

Maksud dari hadits diatas, bahwa wajib bagi wanita muslimah menutupi auratnya kepada laki-laki yang bukan mahrom baginya kecuali yang wajar tampak baginya yakni wajah dan telapak tangan atau perhiasan yang biasa tampak baginya.
Firman Alloh ta'ala:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ
أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka" Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [QS Al-Ahzab : 59]

Dan sabda Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam:

أن أسماء بنت أبي بكر دخلت على النبي ( صلى الله عليه وسلم ) في ثياب رقاق فأعرض عنها وقال: يا أسماء إن المرأة إذا بلغت المحيض لم يصلح أن يرى منها إلا هذا وهذا . وأشار إلى وجهه وكفيه

“Sesungguhnya Asma’ binti Abibakr (saat itu ia masih remaja –pen) masuk ke tempat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menggunakan pakaian yang nampak samar-samar bayang-bayang kulit di bawahnya, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpaling darinya sambil bersabda: "Wahai Asma’ sesungguhnya wanita itu jika sudah haidh tidak boleh nampak bagian tubuhnya kecuali ini dan ini", beliau shallallahu 'alaihi wa sallam memberi isyarat pada wajah dan tapak tangannya” [HR Abu Daud, II/138, hadits ini dho’if tapi ada syahid dari hadits Asma’ binti Umays r.a dari Al-Baihaqi, VII/76, sehingga menjadi hasan, lih. Al-Irwa’, VI/203

0 komentar: